LATAR BELAKANG DIDIRIKAN BADAN PENYELAMAT PANTAI

 

Dimana  telah kita ketahui bersama bahwa keangkeran Pantai Kuta telah diketahui di mana-mana di Bali, dan pantai tersebut ramai/meriah hanya pada hari–hari tertentu, umpamanya hari Melasti , hari Mecaru Agung , ngaturang pengeleb dan lain sebagainya. Selain dari pada hari-hari tersebut diatas. Pantai tersebut sangat sepi dan jarang dikunjngi oleh orang-orang domestik kecuali orang-orang asing dan beberapa orang kelihatan menyepi dibeberapa tempat.

Pada tahun 1955 pantai kuta digegerkan oleh seorang turis Amerika yang tenggelam dan hilang terseret arus di pantai kuta dan turis tersebut bernama Mr. Owen Kirafii dan selanjutnya berturut-turut pada tahun 1967 keluarga Sumatra Motor dari  Denpasar hanyut sebanyak 4 orang namun dapat diselamatkan sebanyak 3 orang sedangkan 1 orang meninggal dunia.

Orang yang menyelamatkan keluarga tersebut adalah Mr. John Boyum dari Amerika yang pada saat itu tinggal di kuta, kami sangat kagum menyaksikan keuletan orang tersebut memberikan pertolongan kepada 4 orang yang mendapat musibah tersebut di kuta, hal ini kami saksikan dengan mata kepala sendiri  beserta beberapa teman–teman lainnya yang pada saat ini mengadakan latihan fisik di pantai kuta.

Sekitar tahun 1968 pada sore hari kami dengan kawan-kawan yang jumlahnya kira-kira 20 orang dari Banjar Wangaya Kaja sedang asyiknya melakukan latihan fisik di pantai kuta , tiba-tiba mendengar beberapa orang menjerit minta tolong namun tidak jelas apa yang terjadi disebelah utara dari kami mengadakan latihan fisik. Tidak beberapa lama kawan membisikan kepada kami bahwa ada orang tenggelam dan segera kami mendekati dimana tempat kejadian tersebut. Ternyata seorang laki-laki badannya sangat kekar tenggelam yang mana selanjutnya orang tersebut dikenali bernama Ida Bagus Dirga dan bekerja pada Kantor Pemerintahan Desa Propinsi Bali dan istrinya bekerja pada Kantor Diparda Tingkat I Bali, laki-laki tersebut tenggelam tanpa dapat diberikan pertolongan pertama di air dan langsung dibawa ke R.S.U. Wangaya dalam keadaan keritis dan akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan. Kami dengan kawan-kawan pada saat itu tidak bisa berbicara banyak karena tidak tahu apa-apa tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di air. Kami merasa kasihan dengan peristiwa demi peristiwa yang terjadi tanpa bisa berbuat apa-apa.

 

 

BERTEMU DENGAN ORANG ASING DARI AUSTRALIA

 

Pada tahun 1970 pada siang hari kami datang di pantai kuta sebagai biasanya dengan mengajak 4 orang kawan untuk berenang dan lari serta latihan fisik, tiba-tiba datang 2 orang asing memanggil kami dan kami memperkenalkan diri demikian juga kedua turis asing tersebut selanjutnya dia menyebutkan namanya yaitu Mr. Kevin Weldon dari Sydney Australia. Pertama-tama yang ditanyakan apakah kami bisa berenang dan kami jawab bisa sedikit-sedikit. Selanjutnya pertemuan kami dengan turis tersebut dilanjutkan dibeberapa tempat untuk membicarakan pembentukan Organisasi Penyelamat Pantai di Bali. Pada saat pertemuan pertama, kami sangat awam sekali tentang Penyelamat Pantai (Life Saving). Apa itu Penyelamat Pantai dan saya tanyakan kepada Mr. Kevin Weldon selanjutnya dia menjelaskan tentang Organisasi Penyelamat Pantai Dunia (World Life Saving) yang pada waktu itu berkedudukan di Australia dan Mr. Kevin Weldon sendiri adalah sebagai Presidennya , sedangkan sekretarisnya Mr. Alan B Whelpton. Mereka berdua menjelaskan tentang Life Saving secara panjang lebar dan operasionalnya, namun kami masih belum paham sekali pada saat itu . namun demikian mereka berusaha agar saya belajar dari beberapa majalah / bulletin Life Saving yang dikirim dari Australia.    

Besereta dengan buku pedoman Penyelamatan di air beserta peralatan yang biasa dipakai untuk memberikan pertolongan.

 

 

TEAM PENYELAMAT PANTAI BALI ( WAJA SURF LIFE SAVING GUARD )

Didirikan pada tanggal 28 Oktober 1972 di Pantai Kuta

 

Sesuai saran dari Mr.Kevin E Weldon kami diharapkan agar dapat mengumpulkan 20 sampai 30 pemuda/pemudi untuk dididik menjadi Tenaga Penyelamat Pantai (Life Saver) dan selanjutnya membentuk Organisasi Penyelamat Pantai Bali di Kuta. Saran tersebut kami terima dengan tekad yang bulat dan kami berusaha mengumpulkan pemuda-pemuda Bali yang sedianya sebanyak 20 s/d 30 orang namun dengan kerja keras kami telah dapat mengumpulkan pemuda-pemuda sebanyak 70 orang terdiri dari Pemuda dari Banjar Wangaya Kaja, pemuda dari Br.Basang Kasa Legian, Pelajar, Mahasiswa, Polri, ABRI, dan Masyarakat umum yang cinta olah raga air.

Susunan Pengurus Team Penyelamat Pantai Bali (Waja Surf Life saving Guard) adalah;

 

  1. Pelindung                    : Bapak Bupati Kepala Daerah Tingkat II Badung
  2. Penasehat                   : Bapak Camat Kuta, Bapak Dr. Putu Wirya Masna
  3. Ketua                           : I Gde Berata
  4. Wakil Ketua                 : Dr. I Ketut Buda

5.      Sekretaris                    : Drs. I Ketut Lodra.

6.      Bendahara                  : Drs. I Made Arka.

7.      Perlengkapan              : Raka Teja

8.      Pembantu Umum        : Wayan Wijaya, Putu Wimba

9.      Team Dokter               : Dr.Putu Wirya Masna, Dr.I Ketut Buda, Dr.Dwi Sutanegara, Dr.Indra Guizot, Dr.Ngurah Nala

 

Demikialah susunan kepungurusan Team Penyelamat Pantai Bali yang pada saat itu nebeng pada Kuta Beach Hotel yang telah merelakan salah satu gudangnya dapat dipakai Markas Team Penyelamat Pantai di Pantai Kuta.

 

Pada saat itu  tahun 1972 Team Penyelamat Pantai Bali ( Waja S.L.S.G ) mempunyai alat-alat sebagai berikut:

·         1 ( satu ) buah Reel  ( Tali penolong yang panjangnya 500 yard )

·         1 ( satu ) buah Rescue Board

·         1 ( satu ) buah Ski Rescue Paddle

·         1 ( satu ) buah Torpedo Bouys

 

Semua alat-alat tersebut diatas disimpan di Kuta Beach Hotel di Pantai Kuta sebagai Markas Besar Team Penyelamat Pantai.

 

Setelah Organisasi ini diresmikan dan beroperasi sementara tiap-tiap hari Minggu  dan hari libur di Pantai Kuta , maka datang surat kawat dari Australia agar supaya sdr. I Gde Berata mempersiapkan diri untuk dilatih di Australia selama 8 bulan s/d dengan 1 tahun dalam bidang keterampilan Penyelamat Pantai ( Life Guard )

 

Setelah menerima surat kawat tersebut kami merasa terpanggil dan mempersiapkan diri dan segala-galanya untuk berangkat menuju Australia dalam rangka training tersebut. Namun selanjutnya ada Interlokal / kawat dari Sponsor dan World Life Saving , Training tersebut dibatalkan untuk sementara dan World Life Saving akan mengirim Pelatihnya ke Bali pada bulan Juni / juli 1973.

 

 

PERSIAPAN LATIHAN PENYELAMAT PANTAI YANG KE I TAHUN 1973 DI PANTAI KUTA OLEH WORLD LIFE SAVING INSTRUCTORS.

 

Telah kami persiapkan sebanyak 70 orang tenaga-tenaga Sukarela untuk dilatih menjadi Tenaga Terampil Penyelamat Pantai di Pantai Kuta dari tanggal 7 Juni s/d 7 Juli 1973 oleh Pelatih / Instructor  World Life Saving yang datang ke Bali sebanyak 4 orang yaitu :

1.

Mr. Harry Brown

Pimpinan Pelatih

2.

Mr. Nelson Chad

Anggota Pelatih

3.

Mr. Graham Clark

Anggota Pelatih

4.

Mr. Bob Little

Anggota Pelatih

 

Latihan yang berlangsung selama empat minggu dibuka oleh Bapak Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali yaitu Bapak Soekarmen dan ditutup oleh President World Life Saving yaitu Mr. Kevin Weldon bertempat di Kuta Beach hotel Kuta Bali.

 

Telah lulus dalam latihan tersebut adalah sebagai berikut:

1.

Bronze Medalion

15 orang

2.

Qualifying Certificates

25 orang

3.

Resuscitation Certificates

30 orang

 

Jumlah

70 orang

 

Disamping medali-medali yang diberikan kepada para Trainers ada 5 Medali Emas yang diberikan kepada para Trainers yang mempunyai kemampuan luar biasa sebagai berikut:

1.

I Gde Berata

Medali Emas

2.

Dr. Indra Guizot

Medali Emas

3.

Putu Wimba

Medali Emas

4.

I Made Wiranata

Medali Emas

5.

Putu Winata

Medali Emas

 

 

BEACH PATROL / BEACH INSTRUCTOR

 

Setelah latihan Penyelamat Pantai selesai maka diadakan pembagian tugas untuk bertugasa setiap hari minggu dan hari Raya secara sukarela dari tahun 1973 s/d 1979 secara bergantian. Dengan tugas-tugas sukarela tidak mampu mengatasi musibah yang terjadi apalagi arus Wisatawan yang datang ke Bali bertambah banyak yang memadati sepanjang pantai Kuta apalagi pada saat hari kerja, karena para Beach Patrol hanya bertugas tiap hari Minggu dan hari Raya karena Organisasi belum mampu untuk membiayai/mengupah Tenaga Beach Inspector yang bertugas tiap-tiap hari dari jam 06:00 WITA s/d 18:00 WITA. Namun demikian kami telah berusaha untuk mendekati beberapa sponsor Hotel, Restaurant, Travel Agent, dan lain-lainnya  untuk membantu pembiayaan Honor Beach Inspector yang bertugas tiap-tiap hari kerja,karena Wisataan banyak yang tenggelam pada hari Senin s/d Sabtu pada saat kami tidak bertugas.

Pada saat itu Bapak gubernur telah mengeluarkan surat edaran kepada pemilik Hotel, Restaurant, Travel Agent, untuk menyumbang secara sukarela kepada Team Penyelamat Pantai, namun tidak mendapat tanggapan yang positif.

Karena seringnya terjadi kecelakaan di Pantai kuta dan sekitarnya pada saat-saat tidak ada petugas pada hari senin s/d Sabtu, terjadlah kecelakaan yang merengut nyawa seorang / sepasang Pengantin baru dari Switzerland pada hari Kamis, yang meronta-ronta minta tolong namun pertolongan tidak kunjung dating karena tidak adanya Petugas. Pada hari-hari biasa dan orang-orang disekitarnya hanya menonton kejadian tersebut sehingga seorang pengantin wanita namanya Ebermaher Maria tenggelam ditelan ombak Pantai Kuta yang terkenal sangat dahsyat, sedangkan suaminya dihempaskan oleh gelombang besar menuju ke pantai dalam keadaan setengah mati tetapi dapat bernafas kembali dan diantar ketempat penginapannya di Legian.

 

Pada saat itu juga sempat disaksikan oleh seorang warga negara Amerika yang sedang berlibur di Bali, kejadian yang sebenarnya dan dia menangis menyampaikan kejadian tersebut kepada kami degan berucap sebagai berikut: “Kalau saya pada saat itu bisa berenang  saya ingin mengerahkan tenaga saya untuk menolongnya , namun apa daya saya tidak mempunyai kemampuan untuk itu”, kata Mr. David Salisburry.

Selanjutnya Mr.David mengusulkan kepada saya agar ada seorang Tenaga Beach Inspector yang bertugas setiap hari di Pantai Kuta dan Mr.David menyumbang Rp.15.000,- tiap-tiap bulan secara pribadi.

Untuk mengumpulkan dana pada saat itu tidak gampang kadang-kadang orang menyumbang sebesar Rp. 300,-(tiga ratus rupiah) bisa dicari sampai lima kali dan belum tentu dapat.

Dengan segala upaya kami tempuh untuk mengumpulkan dana ini sesuai dengan surat Gubernur lewat Bapak Bupati Kepala Daerah Tingkat II Badung yang dalam hal ini menugaskan Bapak Drs. I Gusti Agung Mayun Eman untuk membantu keuangan Team Penyelamat Pantai beserta sumbangan sukarela dari Mr. David Salisburry tiap-tiap bulan Rp.15.000, maka terkumpulah dana untuk menugaskan 2 (dua) orang tenaga Beach Inspector di Pantai Kuta.

Kunjungan Wisatawan tiap hari kian bertambah ramai dan 2 (dua) orang Petugas tidak memenuhi harapan untuk dapat menanggulangi kecelakaan di pantai Kuta/Legian dan sekitarnya, namun hal itu berangsur-angsur dapat dipenuhi.

 

 

MENAMBAH KETRAMPILAN TENAGA BEACH PATROL

 

Dimana telah kita ketahui bersama bahwa suatu saat gelombang pantai Kuta sangat mengerikan dan arus sangat kuat, dimana dituntut tenaga-tenaga Profesional dan terlatih mempunyai keberanian yang luar biasa dan fisical fitness yang memadai untuk menghadapi arus dan gelombang pantai. Untuk itu kami mengajukan permohonan kepada World Life Saving dan bapak Gubernur agar Team Penyelamat Pantai dapat dibantu seorang Pelatih Renang dan Teknik Life Saving dari Australia.

 

Untuk kerja sama ini dapat disetujui oleh Bapak Gubernur Bali dan Ketua Badan Penyelamat Pantai Dunia Mr.Kevin Weldon, untuk mengirim Mr.Leni Wood , membantu selama 6 bulan di Bali dengan ketentuan Pesawat Terbang PP, Uang Saku , Fasilitas peralatan disonsori oleh Mr. Kevin Weldon dan untuk pemondokan Makan dan Rekreasi dibantu oleh Organisasi dan Pemda Tingkat I Bali.

Kerjasama Pelatih dan Anggota Team Penyelamat Pantai sangat rapi dan baik sekali dan banyak memberikan kesan kepada semua anggota Team penyelamat Pantai Bali, sehingga sebagian tenaga kita mempunyai keterampilan/keberanian setelah dilatih selama enam bulan oleh Mr.Lani Wood, latihan-latihan sejak tahun 1972 s/d 1974 sebagian besar dilakukan di terik panasnya Matahari dan dibawah pohon yang rindang karena kita pada saat itu belum mempunyai CLUB HOUSE (Markas Besar Team Penyelamat Pantai). Para pelatih dan yang dilatih dan para Petugas Beach Patrol, tenaga sukarelawan Team Penyelamat Pantai semuanya kepanasan dan kehujanan pada waktu musim hujan dan kedinginan pada waktu musim dingin/angin barat.

 

 

PENINGKATAN PRESTASI LATIHAN DI LUAR NEGERI

 

Sejak Mr. Leni Wood memberikan latihan di bali selama 6 Bulan terasa kemampuan Tenaga-tenaga Beach Inspector sudah mulai memadai, namun masih diperlukan disiplin dan kerja keras untuk membantu orang-orang yang kena musibah di Pantai Kuta.

Kami telah bekerja keras untu mengadakan komunikasi dengan Badan-Badan Dunia yang terkait dalam Pertolongan Kemanusiaan untuk memberikan Latihan-latihan tambahan di Luar Negeri kepada para Tenaga yang terampil untuk dididik di Luar Negeri selama 3 bulan sampai dengan 6 bulan. Usaha-usaha kami berhasil dan diantaranya yang telah dapat Pendidikan di Luar Negeri adalah sebagai berikut:

 

No.

Nama

Periode

Tempat

Tahun

1

I Gde Berata

8 bulan

Sydney Australia

1973

2

Norman (Shio Kui Teng)

3 bulan

Perth Australia

1975

3

I Made Yudha

3 bulan

Queensland Australia

1976

4

Tony Murtejo

3 bulan

Adelaide Australia

1976

5

I Made Suparka

4 bulan

Queensland Australia

1979

6

Ngakan Putu Suwardi

4 bulan

Queensland Australia

1979

7

Dewa Bagus Made Sudiarsa

3 bulan

Dee Why Australia

1980

8

Romadhon Sofyan

3 bulan

Sydney Australia

1981

9

I Ketut Sucipta

3 bulan

Melbourne Australia

1982

10

I Ketut Sandi

3 bulan

Sydney Australia

1983

11

I Gusti Ngurah Alit

3 bulan

Australia

1984

12

I Made Wijaya

3 bulan

Perth Australia

1985

13

I Made Sudena

3 bulan

Perth Australia

1985

14

I Putu Winata

1 tahun

Amerika

1985

15

I Putu Maruta

3 bulan

Sydney Australia

1986

16

I Putu Mataram

3 bulan

Sydney Australia

1986

17

I Nyoman Dwijaputra

3 bulan

Queensland Australia

1990

18

Moh Zainuddin

3 bulan

Queensland Australia

1990

 

Training di Cottesloe, Mullaloo, Sorento SLSC tahun 2005 selama 1 bulan sebanyak 9 orang antaranya;

I Nym Dwinada, I Ketut Kembarsuta, I Nym Subagia, I Made Sudikta, I Wyn  Sudarta, I Made Kadi, I Wyn Juniawan Rusadi, I Nym Suardana dan I Md Suparka (Team Manager)

 

Tenaga-tenaga yang telah terlatih di Luar Negeri telah dapat kita manfaatkan di Dalam Negeri untuk melatih kembali Tenaga-tenaga Penyelamat Pantai, namun diantaranya ada yang telah pindah ke Luar Negeri dan tidak dapat kita manfaatkan tenaganya di Indonesia Untuk masa sekarang dan selanjutnya kita tetap berupaya untuk mendapatkan sponsor untuk mensponsori Tenaga-tenaga kita untuk mendapatkan training tambahan di Luar negeri seperti, Training Rubber Boat, Jet Boat , Helicopter, Menyelam dan lain-lainnya.juga dapat melihat dari dekat perkembangan-perkembanan Organisasi Penyelamat Pantai di Luar negeri serta dedikasi pengabdian Tenaga Sukarela disana.

 

 

MENARA CLUB HOUSE (MARKAS BESAR PENYELAMAT PANTAI)

 

Sejak dibentuknya Organisasi Penyelamat Pantai di Bali pada tanggal 28 Oktober 1972, kita masih belum mempunyai tempat untuk Markas Penyelamat Pantai, tempat berlindung para petugas dan tempat latihan kader-kader baru Penyelamat Pantai.

Dengan bekerja keras semua pengurus dan anggota serta sponsor, maka pada tahun 1974 telah dapat didirikan sebuah bangunan semi permanent dengan ukuran 10 X 14 Meter, dengan tembok batu karang atap sirap dan tiang dari pohon kelapa itulah Markas Besar Penyelamat Pantai yang berdiri tegak sampai tahun 2001 di Pantai Kuta dengan luas tanah kurang lebih 5 s/d 6 are bangunan tersebut pada tahun 1974 mengahabiskan biaya sebesar Rp.3.750.000 atas sumbangan dari sponsor, pengurus, Pemda Badung.

Mr.John Michael Boyom dan kawan-kawannya yang telah memberikan sumbangan yang cukup besar serta Bapak camat Kuta yaitu Bapak I Made Suwenda, dll nya. Dengan terwujudnya Markas Besar ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusian dan Penyelamatan di Pantai Kuta.

Bangunan ini telah dapat menggelar juga kegiatan Penyelamat Pantai Dunia pada tahun 1981 ketika World Life Saving Interclub Surf Championship yang Pertama kali diselenggarakan di Pantai Kuta ini dengan diikuti oleh 8 Negara di Dunia antara lain;

Indonesia , Hongkong , Australia , New Zealand , Inggris , Amerika , Canada , Srilangka.

Dimana kita ketahui bersama bahwa Penyelamat Pantai kita telah terdaftar sebagai anggota World Life Saving sesuai dengan surat keputusan General Assembly yang dilaksanakan di London tahun 1980, sudah seyogianya kita mengikuti aturan-aturan yang telah dikeluarkan oleh World Life Saving termasuk harus bayar uang iuran sebesar $175. American Dollar, mengikuti rapat-rapat, seminar-seminar, kongres dan pertandingan yang diadakan setiap 2 tahun sekali.

 

 

POS – POS PENYELAMAT PANTAI

Pos-pos Penyelamat Pantai yang ada di Kabupaten Badung sampai saat ini adalah ssb:

 

1.

Pos 1

Pantai Kuta

2.

Pos 2

Pantai Half Way

3.

Pos 3

Pantai Depan Kamasutra Kuta

4.

Pos 4

Pantai Legian

5.

Pos 5

Pantai Legian Kaja

6.

Pos 6

Pantai Double Six Seminyak

7.

Pos 7

Pantai Mengiat Nusa Dua

8.

Pos 8

Pantai Club Med Nusa Dua

9.

Pos 9

Pantai Aman Nusa Nusa Dua

10.

Pos 10

Pantai Suluban Ulu Watu

11.

Pos 11

Pantai Labuhan Sait Ulu Watu

12.

Pos 12

Pantai Berawa

13.

Pos 13

Pantai Batu Belig

14.

Pos 14

Pantai Seseh

15.

Pos 15

Pantai Jimbaran

16.

Pos 16

Pantai Pecatu Graha

 

Pos-pos tersebut diatas belum cukup untuk meng-cover seluruh Pantai yang ada di Wilayah Kabupaten Badung sehingga kita masih kekurangan Pos Penyelamat lagi sebanyak 9 (Sembilan) Pos penyelamat antara lain: Pantai Canggu, Pantai Depan Pura Petitenget, Pantai Gado-Gado Seminyak, Pantai Legian Tengah, Pantai Jerman Kuta, Pantai Jimbaran. Tenaga Penyelamat Pantai yang kita miliki sampai saat ini sebanyak 128 orang.

 

 

SARANA PERLENGKAPAN / PERALATAN BALAWISTA BADUNG

 

Sejak Balawista didirikan pada tangal 28 Oktober 1972, mengenai peralatan telah banyak didapat dari Sponsor Luar Negeri, Sponsor Dalam Negeri, Pemda Tk I  Bali, Banpres Jakarta dan Sponsor-sponsor lainnya, memang kita akui bersama mengenai perawatan alat-alat tersebut sangat berat sehingga alat-alat yang kita pergunakan di Pantai terlalu cepat rusak dan fatal, disamping itu harganyapun juga relatip mahal karena harus didatangkan dari Luar negeri.

 

Menurut catatan kami di Balawista Badung sekarang ini kami memilki peralatan yang mana semuanya atas upaya Pemda Badung berupa alat sebagai berikut;

 

1.

25 buah

Rescue Board. (Papan Penolong)

2.

35 buah

Rescue Tube (Pelampung Penolong)

3.

4 buah

Rubber Ducky (Boat Karet)

4.

3 buah

Jet Ski

5.

1 buah

Mobil Ambulance

6.

1 buah

Mobil Pick up

7.

10 buah

Sepeda Motor

8.

16 buah

Rig untuk Komonikasi

9.

40 buah

Handy Talky (HT)

10.

16 buah

Tower (Pos jaga)

 

 

KEGIATAN PERTANDINGAN YANG PERNAH DIIKUTI DI LUAR NEGERI

 

Dalam rangka kegiatan Pertandingan Penyelamat Pantai yang diselenggarakan di dalam maupun Luar Negeri sejak tahun 1981 s/d 2010 antara lain;

 

1.

Th 1981

World Life Saving  Interclub Champ

Pantai Kuta

Indonesia

2.

Th 1983

World Life Saving  Interclub Champ

Hawaii

U.S.A

3.

Th 1986

World Life Saving  Interclub Champ

Vancouver

Canada

4.

Th 1988

World Life Saving  Interclub Champ

Gold Coast

Australia

5.

Th 1990

Pan Pasific Championship

Tokyo

Jepang

6.

Th 1990

World Life Saving Interclub Champ

Lubec

German

7.

Th 1992

World Life Saving Interclub Champ

Shimoda

Jepang

8.

Th 1994

International Life Saving Champ

London

Inggris

9.

Th 1996

International Life Saving Champ

Durban

Afrika Sel

10.

Th 1998

International Life Saving Champ

Aucland

New Zeland

11.

Th 2000

International Life Saving Champ

Sydney

Australia

12.

Th 2002

International Life Saving Champ

Italy

Italia

13.

Th 2004

International Life Saving Champ

Daitona

Amerika

14.

Th 2004

Pan Pasific Championship

Tokyo

Jepang

15.

Th 2006

International Life Saving Champ

Melbourne

Australia

16.

Th 2008

International Life Saving Champ

Germany

Gemany

17.

Th 2010

International Life Saving Champ

Cornwall

England

 

Prestasi yang didapat didalam pertandingan Dunia tersebut adalah;

1.

Th 1988

Gold Coast Australia

1 perak

2.

Th 1990

Jepang

2 perak + 1 perunggu

3.

Th 1992

Jepang

1 perak

4.

Th 1994

London

2 perak

5.

Th 2004

Tokyo

2 perak

6.

Th 2006

Australia

1 perunggu

7.

Th 2008

German

Tidak mengirim team

8.

Th 2010

London Inggris

-

 

Event-event Balawista Nasional yang pernah di ikuti antaranya;

·         Tahun 2002 Balawista Nasional Championship di Pangandaran Ciamis Jawa Barat

·         Tahun 2003 Balawista Nasional Championship di Pangandaran Ciamis Jawa Barat

·         Tahun 2004 Balawista Nasional Championship di Pangandaran Ciamis Jawa Barat

·         Tahun 2005 Balawista Nasional Championship di Pangandaran Ciamis Jawa Barat

·         Tahun 2006 Balawista Nasional Championship di Palabuhan Ratu, Sukabumi Jabar

·         Tahun 2007 Balawista Nasional Championship di Palabuhan Ratu, Sukabumi Jabar

·         Tahun 2008 Balawista Nasional Championship di Palabuhan Ratu, Sukabumi Jabar

·         Tahun 2009 Balawista Nasional Championship di Palabuhan Ratu, Sukabumi Jabar

·         Tahun 2010 Balawista Nasional Championship di Pangandaran Ciamis Jawa Barat

·         Tahun 2011 Balawista Nasional Championship di Pantai Carita Banten 30 Juli 2011

 

TRAINING PROGRAME YANG DIADAKAN OLEH BALAWISTA BADUNG

 

Sejak tahun 1973 Balawista telah bekerja sama dengan Organisasi dunia dalam bidang Pelatihan Penyelamat Pantai dan sampai sekarang kerjasama tersebut masih dilakukan dan selama ini telah mengeluarkan Ijasah Penyelamat Pantai sebanyak;

 

1.

Catagori Bronze

486 orang

2.

Catagori Life Saving

666 orang

3.

Catagori Resuscitation

1072 orang

 

Total

2224 orang